Senin, 01 Juli 2019

Cara Memilih Seragam Sekolah Agar Enak Dipakai


Salah satu tradisi saat tahun ajaran baru adalah membeli peralatan sekolah yang baru mulai dari buku, seragam sekolah, tas sampai dengan sepatu sekolah.

Dipastikan toko-toko konveksi dipenuhi dengan pemesanan seragam sekolah, dan bukan tidak mungkin harganya pun akan melambung tinggi, namun yang sering membuat kita lalai adalah memperhatikan bahan seragam yang dipilih.

Nah bagi kamu yang ingin membeli seragam sekolah baru, berikut ini kami berikan tips untuk memilih bahan seragam sekolah  yang berkualitas, agar enak dan nyaman untuk dipakai.

1. Perhatikan kelenturan bahan
Kain dengan kualitas bagus biasanya lemas dan jatuh, karena agak berat ditambah tenunan nya juga terlihat rapat. Cara lain juga dengan meraba pakaiannya, atau dengan cara meremas pakaiannya agar tau reaksi kain setelah di kusut kan. Kebanyakan bahan pakaian yang berkualitas rendah akan terlihat mudah sekali kusut, karena pada seratnya lebih mudah ditekuk, jika anda menemukan kasus seperti ini itu pertanda kalau serat yang digunakan merupakan serat campuran.

2. Perhatikan bahan seragam
Salah satu hal yang penting dalam memilih seragam sekolah adalah pemilihan bahan. Bahan yang cocok dan bagus untuk seragam sekolah adalah bahan yang mempunyai dasar katun yang bersifat sejuk dan tentunya yang mudah menyerap keringat. Karena biasanya aktivitas anak yang sangat aktif, banyak tingkahnya, terlebih jika sudah bertemu dengan temannya pasti banyak tingkah bahkan sampai tidak bisa diam. Jadi, buat anda sebagai orang tua harus lebih teliti untuk memilih seragam untuk buah hati anda. Jika melihat harga seragam di pasaran memang tidak cukup murah namun tidak ada salahnya untuk kita lebih berhati-hati dengan harga yang sedikit mahal. Adapun bahan seragam yang di sebut dengan poliester, termasuk dalam kategori bahan yang murah jika anda ingin mencobanya.

3. Perhatikan jahitan
Jahitan pada pakaian juga termasuk komponen penting dalam pemilihan seragam yang berkualitas, bahkan kita bisa melihat kualitasnya hanya dengan meilihat kerapian dari jahitannya. Jangan lupa untuk memeriksa juga bagian kancing dan resleting pada pakaian tersebut agar nyaman ketika dipakai.

4. Ukuran juga penting
Jika kita membeli seragam sekolah yang langsung jadi, resiko yang harus diperhatikan adalah dengan ukuran pakaian. Untuk menghindari masalah tersebut akan lebih baiknya jika anda mengukur atau sudah mempunyai perkiraan ukuran yang pas pada anak anda, atau bisa juga mencari ukuran yang agak besar sedikit namun tidak sampai kebesaran. Karena memang ukuran yang dibuat dilihat secara umum.

5. Perhatikan warnanya juga
Dewasa ini banyak sekolah yang mempunyai ketentuan sendiri-sendiri dalam menentukan seragam sekolah yang harus digunakan bagi siswa-siswinya, bahkan sampai ada yang harus beli disekolah agar sama dari segi model dan warna pakaiannya. Untuk itu jika anda ingin membelikan seragam untuk anak sendiri, maka usahakan tanyakan lebih detail pada gurunya warna seragam yang telah ditentukan pada sekolahan tersebut, sekalipun tidak di informasikan pada gurunya namun akan lebih baik jika kita lebih teliti dalam hal tersebut. Dan yang tak kalah penting

6. Sesuaikan kebutuhan
Setelah tahap-tahap diatas berhasil anda lakukan selanjutnya adalah kesesuaian kebutuhan, meskipun tidak termasuk dalam penilaian kualitas baju. Anda juga harus mempertimbangkan kebutuhan baju yang akan anda beli. Hal ini meliputi dengan kecocokan, kenyamanan ketika dipakai. Pakaian yang bagus belum tentu sesuai dengan kebutuhan anda, karena untuk melihat kecocokan merupakan gabungan dari beberapa komponen yang terkait dengan warna, ukuran, motif, model dan bentuk pemakaiannya.

Itulah beberapa tips yang harus diperhatikan saat memilih seragam sekolah untu kanak. Semoga bermanfaat.

Jumat, 22 Maret 2019

Trik Padu Padankan Baju Gamis Dengan Hijab


Baju gamis merupakan jubah yang dikenakan muslim wanita dengan model menyatu antara atasan dengan bawahan yang menutupi seluruh badan. Tren baju gamis ini mulai diperkenalkan oleh perempuan muslim di wilayah semenanjung arab.

Baju gamis dari tahun ke tahun memiliki desain yang berbeda-beda. Awalnya gamis hanya berupa kain hitam polos. Pada tahun 90-an, gamis berupa kain yang panjang, tebal, warna gelap, longgar, dan dengan model yang sederhana. Seiring bergantinya zaman para desainer merancangnya menjadi kreasi baru dengan banyak pilihan yang menarik, seperti diberikan warna cerah, diberi motif bunga-bunga, dan masih banyak lagi.

Karena desainnya yang terbilang sederhana, zaman dulu gamis umumnya hanya dipakai oleh wanita dewasa. Namun jika melihat sekarang, gamis dipakai oleh semua kalangan umur. Jika kita melihat di mall, kampus, kegiatan resmi, atau bahkan di pesta pernikahan, tak jarang wanita-wanita muslimah mengenakan pakaian gamis. Bagaimana tidak, kini tampilan gamis didesain seelegan mungkin dan disesuaikan sesuai kebutuhan. 

Padu Padankan Baju Gamis Dengan Hijab
Berbicara tentang gamis, tentu tidak terlepas dari hijab. Wanita muslimah wajib untuk mengenakan hijab. Hijab dapat melengkapi baju gamis agar penampilan menjadi lebih syar’i. Agar terlihat lebih fashionable, tentu amat penting untuk memilih keserasian antara hijab dan gamis. Tampil elegan dengan memadukan hijab dan gamis memiliki keindahan tersendiri. Untuk itu, mari kita simak tips bagaimana memadukan baju gamis dengan hijab.

1. Memadukan Hijab dan Gamis Polos
Hijab dengan warna yang polos akan memudahkan kita untuk memadukan warna dengan gamis yang kita pakai. Misalnya, kita memakai gamis berwarna hitam corak bunga, maka kita bisa memakai kerudung berwarna hitam atau menyesuaikan dengan warna bunga yang ada pada gamis, misalnya merah.  

Contoh lain, jika kita memakai baju gamis berwarna putih polos, maka kita bisa memadukannya dengan hijab warna apa saja, misalnya merah, ungu, biru, atau hitam. Bagi yang ingin tampil syar’i, jangan lupa untuk menjulurkan hijab ke dada, ya.

2. Memadukan Motif Polos dan Motif Corak
Berbeda dengan tips sebelumnya, memilih motif corak bisa jadi alternatif lain untuk kalian yang ingin tampil modis. Corak motif cocok dipadukan dengan motif polos. 

Misalnya, jika kita memakai gamis warna hitam polos, kita bisa menggunakan hijab motif apapun, motif Bunga warna warni, motif stripe, dan masih banyak lagi, karena warna hitam bersifat netral. Jika kita memakai gamis berwarna coklat, kita bisa menggunakan hijab motif yang memiliki warna coklat atau warna senada dengan coklat, warna pink soft misalnya. 

Jika kita menggunakan gamis motif, maka lebih mbaik menggunakan hijab polos. Misalnya, ketika kita menggunakan gamis motif floral, kita bisa menyesuaikan warna hijab dengan warna gamisnya maupun floralnya. Untuk yang ingin tampil syar’i, bisa memanjangkan hijabnya menutup dada. Hal ini tidak akan mengurangi kesan modis, ya.

Itulah tips memadu padankan gamis dengan hijab. Jika suka dengan penampilan yang sederhana, kita bisa memilih warna yang senada agar tampilan tetap matching. Misalnya, hijau tua dan hijau muda. Jika tidak ingin ambil pusing, kita bisa memilih warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan krem. Warna-warna tersebut bisa dipadukan dengan banyak warna.

Jika kita senang dengan warna-warna yang kontras, kita bisa memilih warna yang berbeda, seperti hijau dan coklat, merah dan emas, biru langit dan tosca, dan masih banyak lagi.




Kamis, 28 Februari 2019

Tata Altroz, Penantang Honda Jazz Yang Mempesona


Setelah menebar teaser wajah dari hatchback Tata Altroz, Tata Motors kembali menebar bocoran di dunia maya.

Di dalam video berdurasi 10 detik itu tampak siluet bagian belakang Tata Altroz. Berdasarkan unggahan itu terlihat bahwa pesaing Honda Jazz ini memiliki taillight yang sama dengan Tata Harrier.
Pada teaser sebelumnya, bagian depan Tata Altroz memiliki grille yang melebar dari ujung ke ujung. Selain itu, diprediksi akan terdapat LED tipis mirip Tata Harrier.

Kabin mobil ini kabarnya akan menjadi yang tercanggih di kelasnya. Klaim tersebut tak terlepas dari rumor penggunaan floating head-unit touchscreen yang dapat terkoneksi ke smartphone.

Untuk urusan performa, kemungkinan Tata Altroz akan dibekali mesin bensin Revotron 3-silinder 1,2 liter turbocharger bertenaga 107 Tk dan torsi 175 Nm. Ada juga varian diesel turbocharger 1,5 liter bertenaga 108 Tk dengan torsi 260 Nm.

Tata Altroz dipastikan akan melakoni debutnya dalam gelaran Geneva Motor Show 2019 mendatang. Diprediksi harganya tak jauh dari angka INR580 ribu atau sekitar Rp114 jutaan untuk mampu bersaing di segmen hatchback India.

Tata Motors serius menatap tahun-tahun mendatang. Mengutip Auto.ndtv.com, pabrikan asal India itu berencana untuk merilis 7 sampai 8 mobil baru hingga 2020 mendatang.

Salah satunya adalah Harrier yang namanya sama persis dengan produk Toyota. Kesamaan nama inipun menjadi bahan pembicaraan di dunia otomotif. 

Disebutkan, semua produk baru ini nantinya akan menggunakan dua (2) platform teranyar mereka, OMEGA dan ALFA. Keduanya mampu mebantu Tata untuk menjaga harga jual mobilnya tetap rendah.

Keputusan ini tentunya akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Yang pertama adalah mobil hatchback premium berkode Yaya 45X.

Selain itu, Tata Motors juga ingin memperbesar pasar mereka di India. Caranya adalah dengan membuka 17 dealer baru di negeri Bollywood tersebut.

Sampai saat ini, secara keseluruhan, Tata Motors telah memiliki 59 dealer dan 142 EMO (Emerging Market Operations) yang tersebar di 90 kota di India.

Selasa, 26 Februari 2019

Beberapa Alasan Kenapa Pria Tidak Mau Mengajak Nikah



Menjalin hubungan khusus dengan seseorang memang terasa indah dan membuat hidup lebih berwarna. Di sisi lain, sebagai orang dewasa dan usia tentu terus bertambah wajar kalau kita ingin menikah.

Anda tentu ingin bertemu dan menjalin hubungan dengan pria yang serius yaitu bisa diajak berkomitmen dan menjalin hubungan cinta yang tidak hanya sekedar pacaran.

Namun terkadang, mencari pria yang serius itu tak mudah, beberapa dari mereka ragu untuk berkomitmen dan terikat pernikahan. Berikut ini ada tiga alasan, kenapa para pria terkesan sulit untuk berkomitmen.

1. Takut kehilangan kebebasan
Para pria terkadang salah sangka bahwa menjalin komitmen dan terikat pernikahan akan menghilangkan kebebasannya. Padahal tidak semua kasus pernikahan seperti itu.

Namun ini juga menjadi tanda bahwa di belum dewasa. Pria dewasa tahu kalau ia bisa tetap memegang kemandirian dan kebebasannya meski sudah menikah. Sayangnya, ia belum memahami dan mengalaminya sendiri.

2. Takut kehilangan identitas diri
Pria takut bahwa kepentingan bersama, 'aku' menjadi 'kita' akan mengubah dirinya menjadi orang lain. Ia takut bahwa pandangannya terhadap sesuatu akan berubah karena ia buta karena cinta dan adanya tuntutan dari berbagai pihak. Bagi mereka, menikah menjadi hal menakutkan baginya karena ia takut ia tak lagi jadi dirinya sendiri.

3. Dia hanya main-main
Alasan utama pria tak ingin berkomitmen dengan Anda, tentu saja karena dia memang tak niat menjalin hubungan serius. Ia hanya main-main dengan Anda atau hanya ingin sekedar pacaran. Ia mungkin mencintai Anda tapi menggantungkan hubungan.

Ia hanya mengikuti kata hatinya tapi belum ada niatan serius untuk menikah. Kalau bertemu pria yang seperti ini, lebih baik Anda tidak menahannya pergi. Ada banyak alasan kenapa Anda tak perlu membuang waktu untuk pria yang tak ingin serius dengan Anda. 


Senin, 25 Februari 2019

Tinggi Nya Angka Kematian Dapat Disebabkan Gaya Hidup Yang Buruk


Beberapa masalah kesehatan seperti stunting Indonesia mengalami penurunan, namun di sisi lain Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan kenaikan angka penyakit tidak menular. Beberapa diantaranya adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, hingga hipertensi.

Bukan tanpa sebab. Gaya hidup masyarakat yang buruk menjadi salah satu pemicu kenaikan penyakit tidak menular yang menyebabkan 70 persen kematian.

"Kalau kita lihat penyakit tidak menularnya itu apa, pertama adalah stroke jadi pendarahan di otak, kedua adalah penyakit jantung, ketiga baru penyakit ginjal, gangguan neonatus, kemudian kanker dan macam-macam," ujar Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siswanto beberapa waktu lalu.

Siswanto mengungkapkan, ada tiga faktor risiko utama yang menyebabkan peningkatan angka penyakit tidak menular. Yang pertama adalah masalah terkait diet atau makanan, yang kedua adalah perilaku, dan yang ketiga terkait lingkungan seperti polusi udara.

"Yang terkait dengan perilaku atau diet seperti makannya tidak seimbang, kurang olahraga dan sebagainya," ungkap Siswanto menambahkan.

Peningkatan pendapatan pengaruhi gaya hidup

Terkait beberapa PTM yang mengalami kenaikan, data Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan obesitas dari 2013. Jika di 2013 angkanya hanya 14,8 persen, saat ini naik menjadi 21,8 persen.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen. Hasil pengukuran tekanan darah juga menunjukkan bahwa hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.

Angka tersebut berbanding lurus dengan prevalensi gaya hidup yang terkait dengan masalah kesehatan. Misalnya, jumlah remaja di usia 10 hingga 18 tahun meningkat dari 7,2 persen di 2013 menjadi 9,1 persen di 2018. Selain itu, konsumsi alkohol juga naik 0,3 persen dari 2013 yaitu 3,3 persen. Bahkan, proporsi aktivitas fisik kurang juga naik dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen.

"Artinya kemakmuran itu (bisa dilihat) dari dua sisi. Di satu sisi dia makmur karena pendapatannya meningkat, tapi di sisi lain karena gaya hidupnya menjadi tidak sehat dia cenderung terkena PTM," pungkas Siswanto.